Kajian Al-qur'an Pagi & Petang

Kamis, 23 Februari 2012

Letak kemuliaan Seorang Insan

Banyak kita mendengar kemuliaan adalah terletak pada busana yang kita pakai, jikabusana kita bagus dan menarik kita banyak yang menghargai...dan tentunya banyak yang memandang bahwa setiap orang yang memakai busana yang mahal dan baik adalah dia orang yang kaya dan mulia, tetapi jika kita mau membuka Kitab yang termahal di alam semesta ini yang diturunkan dari ALLAH Swt. tanpa adanya campur tangan manusia, kita akan mengetahui bahwa kemuliaan seseorang bukanlah terletak pada apa yang telah dipakainya, tetapi kemuliaan tersebut adalah karena tidak merasa rendah diri untuk melaksanakan apa yang telah Allah perintahkan yaitu selalu bertaqwa.... sahabatku semuanya..mari kita perhatikan ayat dibawah ini:



"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. 49:13)"

Semoga kita selalu menjadi orang yang taat kepada ALLAh dan RasulNYA.... sehingga kita mendapatkan apa yang telah ALLAH janjikan yaitu Syurga...

Pentingnya Ilmu

Banyak umat muslim yang ingin sekali agar Syariat islam itu tegak dinegara ini (indonesia) dan juga negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim...., sehingga dengan semangat yang berkobar-kobar banyak yang melakukan kegiatan diantaranya Da'wah, pawai, demo dengan tujuan agar Syariat Islam itu bisa segera tegak di negara ini.. kalau kita semua menengok kembali firman ALLAH tepatnya didalam Surah: ( Al-ahzab:21)


"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. 33:21)


Ayat diatas sangat jelas sekali bahwa kita oleh ALLAH diperintahkan dalam hidup ini yaitu agar mencontoh Muhammad Rasullullah. memang benar semua umat islam membenarkan bahwa Islam haruslah berpegang teguh kepada 2 (dua) hukum itu, tapi apa artinya sebuah akuan jika kenyataanya dalam hidup kita lain dari yang dicontohkan oleh rosul....
terus bagaimanakah hubunganya dengan tegaknya Syariat Islam??...
jika dizaman Nabi, nabi tidak pernah melakukan kegiatan-kegiatan yang isinya meminta kepada seseorang agar bersegera menegakkan Syariat tersebut. tetapi yang dilakukan Nabi setiap hari ialah menyampaikan AYAT-AYAT ALLAH diwaktu siang dan malam. dengan cara membacakan al-qur'an kepada Manusia:



" Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Rabb negeri ini (Mekah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (QS. 27:91)

"Dan supaya aku membacakan Al-Quran (kepada manusia). Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa yang sesat maka katakanlah: Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan. (QS. 27:92)


dengan sebab dibacakanya al-qur'an tersebut banyak orang-orang yang dulu musyrik yang selalu merintangi perjuangan nabi menjadi Beriman dan masuk islam. sehingga ALLAH memberikan rahmatnya sehingga Syariat islam bisa tegak dengan banyaknya orang-orang makkah dan madinah yang beriman dan masuk islam.. terus apakah kita sebagai umat Nabi sudah melakukan pekerjaan mulia tersebut?? yaitu membacakan al-qur;an kepada Manusia?? jadi jelas, bahwa Syariat islam itu tegak dengan dasar iman bukan dengan dasar keinginan yang tidak disertai ilmu pengetahuan.. perhatikan firman ALLAh berikut:


" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. (QS. 17:36)

terus bagaimanakah kita mengetahui bahwa kita ini sudah beriman belum?.. dan apakah Kita beragama Islam itu sudah tentu Beriman? perhatikanlah ayat berikut:

" Katakanlah: Hai Ahli Kitab, KAMU TIDAK DIPANDANG beragama sedikitpun hingga KAMU menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al-Quran yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Rabbmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah KAMU bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu. (QS. 5:68)


JALANKANLAH APA YANG TERKANDUNG DALAM AL-QUR'AN DAN SELALU BACAKANLAH DAN SAMPAIKANLAH AYAT-AYAT ALLAH, INSYA ALLAH KITA AKAN MELIHAT HASIL YANG MEMUASKAN KARENA KITA SUDAH MENCONTOH SURI TELADAN YANG BAIK (MUHAMMAD RASULLALLAH)

Bagaimana awal tegaknya syariat

Banyak umat muslim yang ingin sekali agar Syariat islam itu tegak dinegara ini (indonesia) dan juga negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim...., sehingga dengan semangat yang berkobar-kobar banyak yang melakukan kegiatan diantaranya Da'wah, pawai, demo dengan tujuan agar Syariat Islam itu bisa segera tegak di negara ini.. kalau kita semua menengok kembali firman ALLAH tepatnya didalam Surah: ( Al-ahzab:21)


"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. 33:21)


Ayat diatas sangat jelas sekali bahwa kita oleh ALLAH diperintahkan dalam hidup ini yaitu agar mencontoh Muhammad Rasullullah. memang benar semua umat islam membenarkan bahwa Islam haruslah berpegang teguh kepada 2 (dua) hukum itu, tapi apa artinya sebuah akuan jika kenyataanya dalam hidup kita lain dari yang dicontohkan oleh rosul....
terus bagaimanakah hubunganya dengan tegaknya Syariat Islam??...
jika dizaman Nabi, nabi tidak pernah melakukan kegiatan-kegiatan yang isinya meminta kepada seseorang agar bersegera menegakkan Syariat tersebut. tetapi yang dilakukan Nabi setiap hari ialah menyampaikan AYAT-AYAT ALLAH diwaktu siang dan malam. dengan cara membacakan al-qur'an kepada Manusia:



" Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Rabb negeri ini (Mekah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (QS. 27:91)

"Dan supaya aku membacakan Al-Quran (kepada manusia). Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa yang sesat maka katakanlah: Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan. (QS. 27:92)


dengan sebab dibacakanya al-qur'an tersebut banyak orang-orang yang dulu musyrik yang selalu merintangi perjuangan nabi menjadi Beriman dan masuk islam. sehingga ALLAH memberikan rahmatnya sehingga Syariat islam bisa tegak dengan banyaknya orang-orang makkah dan madinah yang beriman dan masuk islam.. terus apakah kita sebagai umat Nabi sudah melakukan pekerjaan mulia tersebut?? yaitu membacakan al-qur;an kepada Manusia?? jadi jelas, bahwa Syariat islam itu tegak dengan dasar iman bukan dengan dasar keinginan yang tidak disertai ilmu pengetahuan.. perhatikan firman ALLAh berikut:


" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. (QS. 17:36)

terus bagaimanakah kita mengetahui bahwa kita ini sudah beriman belum?.. dan apakah Kita beragama Islam itu sudah tentu Beriman? perhatikanlah ayat berikut:

" Katakanlah: Hai Ahli Kitab, KAMU TIDAK DIPANDANG beragama sedikitpun hingga KAMU menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al-Quran yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Rabbmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah KAMU bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu. (QS. 5:68)


JALANKANLAH APA YANG TERKANDUNG DALAM AL-QUR'AN DAN SELALU BACAKANLAH DAN SAMPAIKANLAH AYAT-AYAT ALLAH, INSYA ALLAH KITA AKAN MELIHAT HASIL YANG MEMUASKAN KARENA KITA SUDAH MENCONTOH SURI TELADAN YANG BAIK (MUHAMMAD RASULLALLAH)